OKI I STARINTI.COM – Warga terdampak banjir di beberapa kecamatan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), seperti Lempuing, Lampuing Jaya, dan Mesuji, saat ini banyak terkena penyakit kulit gatal-gatal akibat sering beraktivitas di air.
Kepala Desa Cahya Tani, Kecamatan Lempuing, Yasin, mengatakan sejumlah warga mulai mengeluhkan gangguan kesehatan. “Ada warga yang mengeluh gatal-gatal.” ujarnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten OKI melalui puskesmas terdekat mendirikan posko layanan kesehatan dengan menyediakan obat-obatan serta salep kulit bagi warga yang terkena gatal-gatal.
Kepala Dinas Kesehatan OKI, H Iwan Setiawan, MKes, melalui Kabid Pengendali Penyakit dan Lingkungan, Agung Ibrahim, SKM, mengatakan, hampir setiap hari pihaknya ke lokasi banjir memberikan layana kesehatan bagi warga yang terdampak banjir. ” Setiap hari kami ke lapangan memberi layanan kesehatan bagi warga. “kata Agung, Kamis (15/1/26).

Diakui Agung, saat ini warga yang terdampak banjir banyak terjangkit penyakit gatal-gatal. ” Namun sudah kita siapkan salep di posko kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan obat-obatan.”terang Agung.
Selain penyediaan obat-obatan, kata Agung, Dinas Kesehatan juga memberikan bantuan makanan bagi ibu hamil serta balita agat asupan gizi mereka bisa terpenuhi ditengah bencana banjir yang mereka alami. “Layanan kesehatan di posko pengungsian siaga selalu untuk masyarakat yang membutuhkan.” tandasnya.
Sementara Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, meminta layanan kesehatan tetap siaga dan hadir langsung di wilayah terdampak. Tenaga medis diminta melakukan pemeriksaan dasar, memantau kelompok rentan, serta menyediakan obat-obatan sesuai kebutuhan.
“Warga jangan menunggu sakit parah. Jika ada keluhan, segera datang ke pos kesehatan,” pesan Muchendi, saat memantau bajir di Desa Tebing Suluh, Kecamatan Lempuing.
Selain kesehatan, kata Muchendi, pemerintah daerah juga memantau dampak banjir terhadap infrastruktur dan fasilitas umum. Sejumlah jembatan gantung, sekolah, rumah ibadah, serta sekitar 595 hektare persawahan dilaporkan terendam.
Bupati Muchendi memastikan pemerintah akan melakukan langkah perbaikan secara bertahap. Untuk sawah yang terancam gagal panen (fuso), pemerintah daerah akan mengganti benih padi agar petani dapat kembali menanam.
Bupati juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan, menjaga kebersihan lingkungan, memastikan air konsumsi layak, serta segera membersihkan lumpur dan sampah sisa banjir.
“Pemulihan hanya akan berhasil jika dilakukan bersama, dengan kewaspadaan dan kepedulian terhadap kesehatan,” ujarnya.
Untuk menggantikan kerugian para petani yang areal persawahan mereka terendam banjir, Pemkab OKI juga menyalurkan banyuan 142.700 kilogram benih padi.
Bantuan ini bersumber dari Kementerian Pertanian sebagai upaya memastikan ketahanan pangan terjaga dan percepatan pemulihan sektor pertanian khususnya untuk sawah yang terdampak banjir.
Data Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten OKI mencatat sekitar 6.000 hektare sawah di beberapa kecamatan terdampak banjir, yang paling terdampak yakni di Lempuing, Lempuing Jaya, jejawi dan Air Sugihan. Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya menjadi wilayah paling terdampak, padahal keduanya merupakan lumbung pangan utama di Kabupaten OKI.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten OKI, Alexsander Bustomi, menjelaskan sebagian lahan yang terdampak banjir sebelumnya telah mencapai indeks pertanaman (IP) 200 bahkan ada yang IP 300. Artinya, petani masih memiliki peluang untuk segera melakukan tanam ulang setelah lahan mengering.
“Meski terjadi perlambatan masa tanam, kami berharap produksi tidak berkurang. Terutama di Lempuing, Lempuing Jaya, dan sebagian Air Sugihan yang sudah IP 200 ” ujarnya.
Sumarno, petani asal Desa Sumber Makmur, Lempuing mengaku bantuan benih tersebut sangat membantu setelah sawahnya terendam banjir selama beberapa hari.
Petani lainnya, Suyatno, berharap pendampingan dari penyuluh pertanian terus dilakukan agar masa tanam berikutnya berjalan optimal.
“Kami ingin tanam secepatnya supaya tidak terlalu tertinggal musim,” ujarnya.
Bantuan benih yang telah disalurkan tersebut baru bisa mengcover kebutuhan kecamatan Lempuing, Pemerintah Kabupaten OKI juga tengah mengupayakan tambahan benih melalui Cadangan Benih Nasional (CBN) Kementerian Pertanian dan sumber lainnya.
“Bantuan yang disalurkan saat ini tentu belum mencukupi seluruh kebutuhan. Selain itu terdapat mekanisme yang harus dilakukan dalam menentukan apakah lahan benar benar dinyatakan gagal panen (puso) oleh petugas POPT untuk selanjutnya kita proses pengusulan bantuan lanjutan,” kata Alexsander.(DONI)








