OKI I STARINTI.COM – Bupati OKI, H Muchendi Mahzareki, SE, M.Si sempat marah ke sejumlah ASN yang hadir dalam acara pelantikan pejabat admistrasi d lingkungan Pemkab OKI, Selasa (3/3/26).
Kemarahan mantan anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan ini disebabkan para ASN yang hadir dalam ruangan pelantikan berbicara saat acara pelantikan dimulai hingga mengganggu jalannya kegiatan.
“Suara kalian bisa diam tidak, kalau gak bisa diam lebih baik keluar.”tegas Munchendi.
Dalam kesempatan itu, Muchendi memberi peringatan kepada para ASN yang hadir dalam acara pelantikan tersebut agar menjadi contoh sebagai abdi negara. “Kalian ini PNS jadilah contoh yang baik.”pintanya.
Muchendi juga mengatakan, seharusnya para PNS yang tidak berkepentingan tersebut tidak harus hadir. Bahkan mereka meninggalkan pekerjaan di kantor saat jam kerja. ” Lebih baik kalian di kantor, karena ini kan masih jam kerja.”kata Munchendi.
Pantauan di Aula Bende Seguguk tempat acara pelantikan nampak sejumlah ASN dari berbagai instansi memadati ruangan pelantikan mereka membawa buket bunga untuk memberikan ucapan selamat kepada keluarga mereka yang dilantik.
Adapun diketahui jumlah pejabat yang dilantik sebagai sebanyak 115 orang. Dengan rincian satu orang pejabat pimpinan tinggi hasil evaluasi kerja, tiga orang pejabat pimpinan tinggi hasil uji kompetensi dan 108 pejabat untuk mengisi kekosongan jabatan sekretaris, Kabid, Kasi dan Kasubag di sejumlah OPD.
Bupati Muchendi menegaskan jabatan bukanlah hadiah, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Penempatan pejabat, kata dia, dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi dan penilaian kinerja, bukan kedekatan personal.
Rotasi, lanjut Muchendi, merupakan mekanisme lazim dalam birokrasi untuk merespons dinamika beban kerja dan tuntutan pelayanan publik. Ia memastikan tidak ada pejabat yang dinonjobkan dalam perombakan tersebut.
“Saya meramu tim untuk membantu saya dan Wakil Bupati di masa jabatan kami. Semua ada tempat. Yang kita bangun adalah tim kerja yang solid,” ujarnya.
Bupati juga menyinggung praktik patronase politik yang, menurut dia, harus ditinggalkan. Penempatan jabatan kini ditegaskan berbasis merit, kompetensi, dan manajemen talenta.
Muchendi juga mengingatkan pejabat agar menjaga integritas serta tidak memanipulasi data.
“Kalau baik, katakan baik. Kalau buruk, katakan buruk. Jangan memanipulasi data untuk terlihat baik,” katanya.
Kepala BKPSDM Kabupaten Ogan Komering Ilir, Antonius Leonardo, menyampaikan seluruh proses pengangkatan, rotasi, dan perpindahan jabatan telah melalui tahapan sesuai ketentuan serta memperoleh rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara sebelum ditetapkan.
“Untuk jabatan pimpinan tinggi pratama, mekanisme dilakukan melalui evaluasi kinerja dan uji kompetensi berbasis sistem merit. Sedangkan pejabat administrasi dilantik untuk mengisi jabatan yang lowong serta menyesuaikan kebutuhan organisasi,” ujarnya.(DONI)









