MURATARA I STARINTI.COM – Pemerintah Desa Batu Gajah bersama masyarakat gotong royong membangun jembatan gantung yang putus total akibat terjangan arus air pasca banjir besar beberapa minggu yang lalu, Kamis (28/5/26).
Aksi gotong royong ini sengaja digalakkanuntuk memperlancar aksea transportasi warga. Pemdes setempat menilai perbaikan ini mendesak karena jembatan tersebut memiliki peranan vital bagi mobilitas harian warga di kawasan sekitar aliran sungai guna mempermudah urusan logistik dan akses ekonomi masyarakat Desa Batu Gajah serta Desa Batu Gajah Baru. Tanpa jembatan ini, aktivitas perekonomian warga di kedua wilayah tersebut dipastikan lumpuh total.
mungkin.
Kepala Desa Batu Gajah, Mahbub Sahil, secara terbuka menyampaikan permohonan bantuan kepada semua pihak eksternal. Dirinya berharap ada uluran tangan baik dari masyarakat luas maupun dari jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Musi Rawas Utara.
Mahbub Sahil mengakui bahwa saat ini upaya perbaikan jembatan menghadapi kendala besar di sektor finansial. Pihak Pemdes mengalami kekurangan anggaran yang cukup signifikan untuk membeli material jembatan gantung yang berstandar keselamatan.
Sejauh ini, pengerjaan konstruksi baru bisa mengandalkan sisa dana kas penanggulangan bencana yang jumlahnya sangat terbatas. Dana yang minim tersebut didapat dari hasil sumbangan sukarela perorangan masyarakat Desa Batu Gajah.
Selain sumbangan warga, Pemdes juga terpaksa meminjam alokasi dana dari Masjid Al-Bayyinah Desa Batu Gajah agar pengerjaan awal bisa berjalan. Kebijakan darurat ini diambil setelah melalui proses musyawarah mufakat bersama para tokoh agama setempat.
“Terimakasih kepada masyarakat yang sudah berpartisipasi, baik tenaga maupun materil. Sekarang uang yang ada sekitar 13 juta rupiah, itupun pakai uang masjid dan sumbangan masyarakat. Jadi saya berharap bantuan semua pihak agar masyarakat bisa beraktivitas kembali kalau jembatan ini sudah selesai,” ujar Mahbub saat diwawancarai di lokasi kegiatan.
Mahbub menaruh harapan besar kepada Pemerintah Daerah agar segera turun tangan memberikan bantuan logistik dan teknis. Ia menegaskan bahwa stok peralatan serta material utama seperti tali seling baja dan papan alas jembatan masih sangat kurang.
Untuk diketahui, jembatan gantung Desa Batu Gajah ini sebenarnya baru saja selesai dibangun dan diresmikan pada bulan Januari 2026 lalu. Namun, tingginya debit air sungai yang disertai sumbatan sampah kayu membuat struktur jembatan tidak mampu menahan beban hingga akhirnya rusak berat.(MAN)






