OKI I STARINTI.COM – Pengangkatan sejumlah Pimpinan Puskesmas di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi polemik di tangah masyarakat.
Kendati tak memenuhi syarat mereka tetap melenggang menduduki kursi Pimpinan Puskesmas. Sejumlah sumber menilai pengangkatan terkesan dipaksakan.
Padahal masih ada sumber daya manusia di lingkungan puskesmas tersebut yang memenuhi syarat, bahkan ada yang menyandang gelar S2. Sayangnya mereka tersingkir oleh SDM yang baru menyandang gelar D3.
Hal ini seperti terjadi di Puskesmas Tugumulyo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI. Sejumlah pihak menilai Ulpa yang diangkat menjadi Pimpinan Puskesmas belum memenuhi syarat.
Golongan Ulpa saat ini masih 3a. Untuk menjadi Pimpinan Puskesmas minimal golongan 3b. “Minimal 3b.”kata sumber ini.
Selain persoalan golongan, Ulpa juga hanya menyandang gelar D3. Serta belum mengantongi sertifikat kepemimpinan yang kebanyakan Pimpinan Puskesmas telah memiliki sertifikat tersebut sebagai salah satu syarat.” Ini terkesan dipaksakan.”ujar sumber ini.
Tidak hanya terjadi di Puskesmas Tugumulyo, hal yang sama juga terjadi di Puskesmas Awal Terusan, Sirah Pulau Padang, Kabupaten OKI.
Menurut sumber ini, Pimpinan Puskesmas Awal Terusan yang baru, Yesi saat ini baru menyandang gelar D3 dan belum mengantongi sertifikat kepemimpinan. “Kita akui kalau galongan sudah memenuhi, tapi yang bersangkutan belum S1.”ujar sumber ini.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten OKI, Dr Gede, menyarankan agar pengangkatan Pimpinan Puskesmas mengacu pada aturan sehingga tidak menjadi polemik di masyarakat. “Saran saya harus sesuai aturan, agar jangan ada polemik.”saran Politikus PDP Perjuangan ini.
Dody Primadona, anggota DPRD Kabupaten OKI dari Dapil Kecamatan Lempuing juga mengomentari hal ini. Menurut Dody, pengangkatan Pimpinan Puskesmas bisa lebih selektif dengan memerhatikan mekanisme sesuai syarat.
“Harusnya BKPSDM memeriksa berkas calon Pimpinan Puskesmas tersebut apakah sudah cukup syarat atau belum.”ungkap Politikus Hanura, saat konfirmasi via telepon, Kamis (11/6/26).
Dikatakan Dody, pengangkatan Pimpinan Puskesmas harus mengacu pada aturan untuk menghindari polemik. “Itu hal yang paling utama yang bisa dilihat.”katanya.
Terkait polemik ini, kata Dody pihaknya akan mempertanyakan hal ini saat rapat dengan eksekutif. “Nanti akan kami sampaikan terkait hal ini.”janji Dody.
Pimpinan Puskesmas Tugumulyo, Ulpa, dikonfirmasi, Senin (8/6/25) via telepon mengenai hal ini, dirinya menanggapi santai. “Saya kan ditunjuk Pak Bupati, jadi saya akan buktikan dengan kinerja saya.”kata Ulpa.
Menurut Ulpa, semenjak dirinya memimpin Puskemas Tugumulyo pelayanan kesehatan terus ditingkatkan.
Terkait kurangnya syarat dalam pengangkatan dirinya.Ulpa mengklaim saat ini sedang melanjutkan studi S1 nya. “Saat ini saya sedang proses kuliah. Dan Alhamdulillah saya didukung suami saya untuk melanjutkan kuliah S1.”katanya.
Lanjut Ulpa dirinya tidak mempedulikan banyaknya kritikan terhadapnya. Namun Ulpa akan menjalankan amanah yang diberikan kepadanya sebagai Pimpinan Puskesmas Tugumulyo.”Saya fokus menjalan amanah ini.”ungkapnya.
Sementara Pimpinan Puskesmas Awal Terusan, Yesi, mengatakan jabatan sebagai Pimpus yang dia emban merupakan amanah yang diberikan Bupati OKI. Dirinya akan sungguh sungguh dan penuh tanggungjawab menjalankan amanah tersebut.”Saya menerima SK dari Pak Bupati maka akan saya jalankan amanah ini.”kata Yesi.
Yesi tak menampik jika saat ini dirinya baru menyandang gelar D3. Namun kata Yesi saat ini dirinya dengan proses untuk melanjutkan studi S1 nya. “Bulan sembilan ini mau melanjutkan S1.”katanya.
Yesi menanggapi santai terkait dirinya tidak memenuhi syarat untuk menjadi Pimpinan Puskesmas Awal Terusan. Namun Yesi siap membuktikan jika dia bisa menjalankan amanah yang diberikan kepadanya sebagai Pimpinan Puskesmas.(AFRIAN)






