OKI I STARINTI.COM – Empat ruang belajar di SMP Negeri 6 Cengal yang beralamat di Desa Kuala Sungai Pasir, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ludes terbakar, Kamis (9/7/26) sekitar pukul 23.45 WIB.
Penyebab kebakaran belum bisa dipastikan, namun dugaan sementara berasal korsleting listrik. “Belum bisa dipastikan, tapi diduga korsleting listrik.” kata Erwin Prabowo, M.Pd, Kepala SMP Negeri 6 Cengal, ketikan dikonfirmasi, Jumat (10/7/26)
Erwin mengaku, baru mengatahui terjadinya kebakaran karena ditelpon salah satu guru SD di desa tersebut. “Pak Imam seorang guru SD di desa tersebut yang tinggal dekat sekolah telpon saja, kalau sekolah terbakar.”kata Erwin.
Dikatakan Erwin bangunan yang terbakar tersebut terdiri dari empat ruangan, satu digunakan untuk kegiatan belajar siswa kelas VII dan tiga ruangan tidak difungsikan. Oleh pemerintah desa tiga ruang itu digunakan untuk menitip alat-alat sound sistem yang kini ikut terbakar. ” Bangunan tersebut terbuat dari kayu, sehingga dengan cepat terbakar dimakan api.”ungkapnya.
Erwin menjelaskan, rencana tiga ruangan tersebut habis libur sekolah ini akan difungsikan untuk tempat tinggal guru dan penjaga sekolah. Karena tenaga pengajar di sekolah tersebut kata Erwin banyak dari luar desa Kuala Sungai Pasir. ” Tapi mau bagaimana lagi sudah terbakar.”ujarnya.

Lanjut Erwin, sementara ruangan belajar yang biasa digunakan siswa kelas VII pihaknya sekolah akan memanfaatkan ruang laboratorium sebagai penggantinya. “Untuk ruang belajar siswa kelas VII yang terbakar, akan kita atasi dengan menggunakan ruang laboratorium.”terangnya.
Erwin berharap kepada pihak Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) untuk bisa mencarikan solusi dengan membangun kembali bangunan yang terbakar tersebut dengan bangunan permanen. “Kita berharap bisa dibangun lagi dengan yang permanen.”harapnya.
Berdasarkan informasi peristiwa kebakaran tersebut sontak membuat masyarakat setempat geger. Warga pun langsung berjibaku berupaya memadamkan api hingga akhirnya, Jumat (10/7/2026) sekira pukul 01.00 WIB, kobaran api berhasil dipadamkan.
“Api berhasil dipadamkan pada pukul 01.00 WIB, Jumat dini hari oleh masyarakat sekitar. Adapun yang terbakar yakni dua lokal bangunan yang terdiri dari empat ruang kelas beserta bangunan WC di bagian belakangnya,” ujar Camat Cengal Gotot Holden.
Selain itu, jelas dia, sejumlah barang juga ikut terbakar. Diantaranya seperangkat alat soundsystem desa yang dititipkan dan disimpan di ruang kelas kosong, serta mobilier yang berada di dalam ruang kelas berupa kursi dan meja sebanyak 80 set.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian diperkirakan mencapai Rp700 juta,” pungkasnya. (DONI)






