OKI I STARINTI.COM – Sebagai upaya pencegahan penyakit ISPA di masyarakat. Puskesmas Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan membagikan 3000 masker ke masyarakat dan anak sekolah.
“Saat ini sudah 1000 yang kami bagikan. Pembagian selanjutnya akan kami lakukan sekitar 2000 lagi. “kata Muhammad, SKM, Pimpinan Puskesmas Pedamaran, Jumat (4/9/26) saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurut Muhammad, kondisi kabut asap tebal membuat pencemaran udara. Gak ini sangat mengkhawatirkan terhadap kesehatan. “Kami juga menghimbau agar masyarakat saat beraktivitas di luar rumah mengenakan masker.”kata mantan Pimpus Bumi Arjo ini.

Tidak hanya membagikan masker kepada masyarakat. Muhammad juga mewajibkan Parak petugas kesehatan dan pasien yang terdeteksi penyakit menular untuk pakai masker.
“Dalam hal layanan kesehatan kami juga mewajibkan petugas dan pasien pakai masker untuk penanganan penyakit menular seperti TB Paru, HIV dan lain lain.”jelasnya.
Sebelumnya Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) telah mendistribusikan lebih dari 32.200 masker untuk mengantisipasi risiko peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Masker tersebut disalurkan ke sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak kabut asap, fasilitas pelayanan kesehatan, serta pusat pelayanan publik.
Distribuasi antara lain ke Puskesmas Pedamaran, Cengal, Pedamaran Timur, Pampangan, Pangkalan Lampam, Awal Terusan, SP Padang, Celikah, Muara Batun, dan Sungai Menang. Serta disalurkan kepada PSC 119 Dinkes OKI.
Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten OKI melindungi masyarakat dari paparan asap.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI H. Alamsyah mengatakan, distribusi masker merupakan tindaklanjut dari arahan Bupati OKI, H, Muchendi sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap yang dapat memicu gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan.
Menurut Alamsyah, puskesmas menjadi salah satu titik penting dalam upaya perlindungan masyarakat karena berada paling dekat dengan warga, terutama di wilayah yang berpotensi terdampak asap.
“Arahan Bupati agar maskes yang distribusikan sebagai langkah pencegahan dan perlindungan bagi masyarakat. Terutama untuk wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak kabut asap akibat karhutla,” kata Alamsyah. (DONI)






