OKI I STARINTI.COM – Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), H Agustam, SE,M.Si meminta pihak Inspektorat Kabupaten OKI untuk memanggil oknum Kades Gajah Makmur, Kecamatan Sungai Menang yang diduga “korupsi” dana desa tahun 2025 dengan tidak melaksanakan pembangunan fisik berupa dua unit Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).
Agustam mengaku heran kok hal ini baru ketahuan, politisi NasDem inipun mempertanyakan kinerja tim verifikasi Kecamatan Sungai Menang yang dinilai tak maksimal bekerja.
“Harusnya setiap kegiatan fisik dana desa yang ada di desa tim verifikasi dan camat lebih aktif melakukan pengawasan, jangan sampai kecolongan seperti ini.”ungkapnya, (6/2/26)
Agustam juga meminta Inspektorat OKI memanggil pihak kecamatan untuk meminta keterangan terkait persoalan ini. “Panggil kades dan camatnya, mengapa hal ini terjadi.”ungkapnya.
Sambung Agustam, dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat untuk desa, merupakan hak rakyat yang harus disalurkan delam bentuk program pembangunan. Bukan untuk pribadi kepala desa yang beraninya tidak dibangunkan.” Kalau memang ada unsur-unsur kesenjangan ini bisa masuk pidana.”terangnya.
Kepala Inspektorat Kabupaten OKI, Syaparudin, SP, M.Si melalui Inspektur Pembantu Bidang Investigasi mengatakan telah mendapat laporan dari pihak kecamatan terkait hal ini. “Mereka telah mengirim surat tembusan kepada kami meminta kades untuk mengembalikan dana desa yang tak dibangunkan tersebut.”katanya.
Aktivis Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Aliaman, SH turut memberikan komentarnya terkait persoalan ini. “Kan SPJ tahun 2025 sudah dibuat, Nah kalau ini ada temuan bangunan tidak dibangunkan artinya SPJ itu adalah akal-akalan.”ujar Aliaman.
Hal senada diungkapkan Hari Putra, Ketua Lembaga Kebijakan Badan Publik, persoalan ini sudah mengarah ke tindak pidana korupsi karena ada unsur kesengajaan tidak dibangunkan. “Enak saja bisa dicicil.”kata Hari.
Kepala Desa Gajah Makmur, Usman enggan merespon saat dikonfirmasi via ponselnya. Berapa kali dihubungi yang bersangkutan tak mengangkat telponnya.(DONI)






