OKI I STARINTI.COM – Sarana pendidikan di wilayah pelosok kerap kali luput dari perhatian pemerintah. Bangunan sekolah megah yang berdiri kokoh dengan fasilitas lengkap seolah milik masyarakat yang bersekolah di pusat kota.
Salah satunya bangunan SDN 1 Gajah Makmur, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), saat ini kondisinya memprihatinkan butuh perbaikan.
” Sudah dua tahun kondisinya ambruk sehingga tidak difungsikan lagi.”ungkap salah satu masyarakat Desa Gajah Makmur, Minggu (2/8/26).

Sebagai masyarakat yang memiliki anak bersekolah di tempat itu, mewakili orang tua murid berharap agar pemerintah melakukan perbaikan terhadap gedung sekolah itu.
“Harapan kami segera diperbaiki, jangan hanya fokus bangun sekolah di kota saja. Masyarakat pelosok juga butuh fasilitas pendidikan yang baik.”ungkapnya.
Dengan kondisi gedung sekolah yang rusak berat itu, warga mengatakan saat ini sekolah masih kekurangan ruang belajar. “Saat ini masih kurang ruang belajar.”ujarnya.
Kepala SDN 1 Gajah Makmur, Rubiyantun melalui salah satu guru membenarkan adanya kerusakan ruang belajar itu. “Sudah dua tahunan Pak rusaknya.”kata guru tersebut.
Lanjut guru itu, pihak sekolah sangat berharap adanya perbaikan dari pemerintah. “Kalau bakal ada perbaikan kami sangat senang sekali.”ungkapnya.
Dijelaskannya, agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan kondisi keterbatasan, pihak sekolah memanfaatkan bangunan bekas WC sekolah menjadi ruang belajar. “Kita gunakan bangunan WC untuk siswa kelas 1. Hal ini terpaksa dilakukan karena sekolah kekurangan ruang kelas.”akunya.
Lanjut dia, disampaing ruang belajar yang Amruk tersebut, masih ada satu ruang4 belajar lagi yang masih digunakan, namun kondisinya juga memprihatinkan. “Tiangnya sudah goyang, maklum bukan bangunan permanen.”terangnya.
Pihak sekolah berharap, sambungnya jika nantinya ada perbaikan rehab bangunan utama dijadikan permanen.”Kalau bisa nanti dijadikan bangunan permanen dengan pondasi tinggi.”pintanya.
Anggota DPRD Kabupaten OKI Komisi IV, Gede Suwardi, ketika dimintai pendapatnya terkait rusaknya sekolah tak sigap merespon.”SD berapa.” ujarnya membalas pesan singkat yang dikirimkan beserta foto bangunan sekolah.(DONI)






