Pemkot Palembang Dorong Smart Siskamling, Gandeng STIK Lemdiklat Polri Perkuat Deteksi Dini Kejahatan

Advertorial3513 views

PALEMBANG I STARINTI.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mendorong penguatan sistem keamanan berbasis teknologi melalui pengembangan Smart Siskamling. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan deteksi dini dan pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah dinamika kejahatan yang semakin kompleks.

Upaya tersebut dibahas saat Pemkot Palembang menerima jajaran dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri dalam rangka kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Dianmas) di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Rabu (26/8/26).

Asisten III Setda Kota Palembang, Akhmad Bastari, mengatakan kunjungan jajaran STIK Lemdiklat Polri tersebut sekaligus membuka pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk STIK Mengabdi.

Menurut Bastari, program tersebut diarahkan pada penerapan sistem deteksi dini berbasis komunitas digital serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat untuk membantu memitigasi berbagai potensi gangguan kamtibmas.

“Kegiatan ini berfokus pada penerapan sistem deteksi dini berbasis komunitas digital dan pemberian edukasi berkelanjutan guna memitigasi gangguan kamtibmas di wilayah Palembang,” ujar Bastari.

Ia menuturkan, perkembangan teknologi dan semakin beragamnya bentuk kejahatan menuntut pola pengamanan yang adaptif. Karena itu, Pemkot Palembang mendorong konsep Smart Siskamling sebagai pengembangan sistem keamanan lingkungan yang memanfaatkan teknologi digital.

Smart Siskamling nantinya dapat mengintegrasikan sejumlah perangkat dan sistem, mulai dari pengawasan melalui kamera CCTV, sistem peringatan dini, pemetaan wilayah yang memiliki potensi kerawanan, hingga kanal pelaporan cepat bagi masyarakat.

Sistem tersebut tidak hanya ditujukan untuk menghadapi kejahatan konvensional, tetapi juga dapat mendukung penanganan berbagai persoalan lain seperti kejahatan siber, penyebaran berita bohong atau hoaks, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Gagasan keamanan berbasis digital ini mengintegrasikan pengawasan CCTV, sistem peringatan dini, pemetaan titik rawan, serta kanal pelaporan cepat untuk menangani ancaman kejahatan konvensional, siber, penyebaran berita bohong hingga kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.(RIL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *