Pelayanan RSUD Talang Ubi Disorot

PALI3513 views

PALI — Meninggalnya dua kakak beradik, Andika bin Antap Mustopa dan Hulya Elis binti Antap Mustopa, yang diduga akibat penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), menjadi perhatian luas masyarakat di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Habibi, Ketua RT 04 sekaligus wartawan yang bertugas di wilayah PALI, menyoroti proses pelayanan dan rujukan pasien di RSUD Talang Ubi. Ia menilai penanganan pasien berjalan lambat dan tidak maksimal.

“Kita sangat menyayangkan pelayanan Rumah Sakit Talang Ubi yang kurang maksimal. Pasien sudah dirawat dua hari namun menurut orang tua almarhum tidak ada perkembangan. Keluarga baru bisa mendapatkan rujukan setelah mendesak secara langsung,” ungkap Habibi, Selasa (26/8/2026)

Ia menegaskan, pengalaman pilu ini harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pelayanan kesehatan di daerah.

“Kami meminta pelayanan rumah sakit lebih cepat tanggap kepada pasien, agar kejadian luar biasa seperti ini tidak terulang lagi. Apalagi yang meninggal adalah kakak dan adik karena DBD,” tegasnya.

Habibi juga menekankan pasien yang terindikasi DBD membutuhkan perhatian dan pemantauan serius dari tenaga medis.

“Dokter dan perawat seharusnya lebih memahami standar penanganan pasien DBD, sehingga pasien mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan ayah kedua almarhum, pelayanan yang diterima di RSUD Talang Ubi dirasakan jauh berbeda dibandingkan saat dirujuk ke rumah sakit di Muara Enim.

“Menurut cerita ayah almarhum, pelayanan di RSUD Talang Ubi terasa kurang maksimal dibandingkan RS Muara Enim. Inilah yang menjadi perhatian serius kami sebagai masyarakat,” ungkap Habibi.

Koordinasi & Langkah Pencegahan

Tidak hanya menyoroti pelayanan, Habibi langsung berkoordinasi dengan Puskesmas Talang Ubi setelah menerima informasi mengenai wafatnya kedua anak tersebut.

“Alhamdulillah sudah ada respons dari pihak puskesmas. Sore tadi petugas sudah turun ke lokasi dan membagikan obat ABT. Penyemprotan (fogging) juga dijadwalkan segera dilakukan besok,” jelasnya.

DPRD PALI Berduka & Tekankan Langkah Strategis

Terpisah, Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Andika Alam Saputra dan Hulya Aliya Felis, putra dan putri dari Kakanda Antap Mustofa.

“Kita doakan kedua ananda ditempatkan di sisi Allah SWT. Kepada keluarga besar Kakanda Antap Mustofa, semoga diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan menghadapi ujian ini,” ucap Firdaus.

Firdaus juga meminta Dinas Kesehatan PALI mengambil langkah-langkah lanjutan untuk mencegah penyebaran DBD meluas — tidak hanya di Talang Ubi, tetapi ke seluruh wilayah Kabupaten PALI. Mengingat kondisi cuaca saat ini sangat rentan memicu munculnya DBD, ISPA, diare, dan berbagai penyakit lainnya.

Selain itu, manajemen RSUD Anwar Mahakil diminta serius meningkatkan kualitas pelayanan, agar keluhan yang disampaikan oleh keluarga dan masyarakat segera dievaluasi dan diperbaiki. (JON)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *